Wisata Mangrove di Indonesia
Wisata mangrove seru karena menggabungkan suasana alam yang sejuk, petualangan air, dan pengalaman edukasi di tengah ekosistem pesisir.
Berikut adalah berbagai keseruan dan aktivitas yang bisa kamu nikmati saat berkunjung ke wisata mangrove:
1. Aktivitas Seru & Petualangan
- Susur Sungai (Boat Tour): Menjelajahi rimbunnya hutan bakau menggunakan perahu motor, speedboat, kano, atau sepeda air.
- Berjalan di Boardwalk: Menyusuri jembatan kayu atau jembatan bambu yang membentang di atas perairan dan di antara pepohonan hijau.
- Berburu Foto Estetik: Banyak destinasi menyediakan spot foto menarik seperti jembatan unik, gardu pandang, ayunan, hingga latar belakang sunset (matahari terbenam).
- Wahana Rekreasi Tambahan: Di beberapa tempat seperti Kebun Raya Mangrove, kamu bisa mencoba naik ATV, sepeda listrik, atau bermain di area anak.
2. Wisata Edukasi & Alam
- Mengenal Flora dan Fauna: Melihat langsung berbagai jenis pohon bakau (seperti Rhizophora dan Avicennia) serta mengamati burung-burung liar, kepiting bakau, atau ikan dari menara observasi.
- Praktik Konservasi: Ikut serta dalam program pembibitan atau penanaman pohon bakau, yang sering kali cocok untuk acara sekolah atau komunitas.
3. Suasana yang Menenangkan
- Udara Segar & Teduh: Berbeda dengan wisata pantai yang biasanya terik, rimbunnya kanopi mangrove membuat suasana terasa lebih sejuk, tenang, dan jauh dari kebisingan kota.
- Piknik Keluarga: Banyak area mangrove yang ramah anak dan memiliki tempat nyaman untuk duduk bersantai atau menggelar tikar bersama keluarga.
Baca Juga: Pengalaman Memikat di Wisata Konservasi Mangrove.
Wisata Mangrove di Berbagai Kota di Indonesia
Biasanya terdapat jalur trekking berbahan kayu/bambu.
Taman Wisata Alam Mangrove Angke di PIK
Memiliki luas sekitar 99 hektar dan menjadi salah satu wisata alam yang populer. Kawasan Ekowisata ini juga berperan penting dalam menjaga keberadaan ekosistem di jakarta. Hutan yang semakin terancam akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Sebagaimana kita tahu, kawasan Jakarta bagian utara memang terancam dengan abrasi. Proyek seperti Giant Sea Wall dan Taman Mangrove ditujukan untuk mengatasi ancaman tersebut.
Kebun Raya Mangrove Surabaya
Pengunjung dapat menikmati keindahan hutan bakau dengan berjalan-jalan di atas jembatan kayu yang melintasi area hutan, menikmati pemandangan pantai dan laut, dan juga melakukan aktivitas seperti bermain voli pantai atau memancing di area yang telah disediakan.
Hutan Mangrove Kulonprogo
Beberapa bangunan bambu juga dibangun menjadi jembatan dan menara. Konstruksi jembatan dibuat begitu megah dengan menaranya yang menjulang tinggi sehingga sangat pas dijadikan latar berfoto. Ada sekitar empat jembatan unik dan megah yang melintang di atas sungai pada destinasi wisata ini.
Hutan Mangrove Pekalongan
Memiliki luas sekitar 1.500 hektar dan terdiri dari 2 tipe hutan mangrove, yaitu Rhizophora dan Avicennia. Pengunjung juga dapat mengamati berbagai jenis satwa yang hidup di dalam hutan mangrove seperti burung-burung air, kepiting, ikan, dan juga biota laut lainnya.
Mangrove Forest Park Cilacap
Pengunjung juga bisa melintasi hutan bakau, menikmati keindahan alam dengan berperahu, dan juga melakukan aktivitas penanaman mangrove untuk ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan.
Hutan Mangrove Karimunjawa, Jawa Tengah
Saat berada di Hutan Mangrove Karimunjawa pengunjung bisa melakukan trekking di atas jalur trek kayu sepanjang 1,3 kilometer. Nantinya, setelah berjalan sejauh sekitar 700 meter pengunjung bisa menemukan menara pandang tinggi yang bisa digunakan untuk melihat luasnya area pariwisata hutan bakau Karimunjawa. Dari ketinggian menara pandang ini wisatawan bisa melihat Pulau Cemara Besar, Pulau Cemara Kecil, dan Pulau Menyawakan.
Hutan Mangrove Bedul di Banyuwangi
Masih termasuk dalam area Taman Nasional Alas Purwo. Di sini pengunjung dapat menyusuri segara anakan untuk menikmati hijaunya vegetasi hutan bakau. Jika sedang surut, banyak para pencari kerang atau nelayan yang menjaring buruannya.
Hutan Mangrove Tarakan
Di Kalimantan Utara, tepatnya di Tarakan, terdapat tempat wisata hutan mangrove yang tak kalah indah. Luasnya bahkan mencapai 21 hektar dan menyimpan berbagai jenis tanaman bakau. Hutan Mangrove Tarakan merupakan paru-paru kota Tarakan karena memang kota ini berada di dekat daerah pesisir. Ada juga beberapa penelitian yang sering dilakukan di sana untuk mengamati ekosistem tanaman bakau.
Ekowisata Hutan Mangrove Tapak Semarang
Memiliki area hutan mangrove seluas lebih dari 48 hektar yang berfungsi sebagai pelindung pesisir dari abrasi dan rob. Susur Sungai (Boat Tour): Pengunjung dapat menjelajahi labirin jalur air dan rimbunnya hutan bakau menggunakan perahu tradisional. Pulau Tirang: Titik persinggahan unik berupa pulau kecil yang memisahkan hutan bakau Tapak dengan lautan lepas, sering dijadikan lokasi menikmati matahari terbenam (sunset).
Referensi: